Budaya memberi salam

Abdullah bin Amru bin Ash RA ber ta nya kepada Rasulullah SAW, “Bagai manakah Islam yang baik itu?” Beliau menjawab; “Kamu memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal maupun tidak.” (Muttafaq ‘alaih)
Ucapan salam yang diucapkan adalah salah satu dari syiar islam dan merupakan hak-hak muslim atas muslim lainnya. Lagipula, dengan salam, kita mendoakan agar orang yang kita beri salam diberikan keselamatan, rahmat, dan keberkahan Allah. Ucapan salam juga ucapan berkah, jadi sudah sepantasnya kita tidak membatasi salam kita hanya kepada orang yang kita kenal karena makin banyak menyebarkan salam, makin baik. Walaupun hukum memberikan salam itu sunnah, akan tetapi tidak ada salahnya bukan, untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya, salah satunya dengan mengucapkan salam. Salam adalah salah satu cara mudah untuk mendapatkan pahala. Semakin lengkap salamnya, semakin baik dan pahala yang kita dapat juga semakin banyak
“Ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi seraya mengucapkan Assalamu ‘alaikum. Maka nabi menjawabnya dan orang itu kemudian duduk. Nabi berkata, “Dia mendapat sepuluh pahala.” Kemudian datang orang yang lain mengucapkan Assalamu ‘alaikum warahmatullah. Maka Nabi menjawabnya dan berkata, “Dua puluh pahala baginya.” Kemudian ada yang datang lagi seraya mengucapkan Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh. Nabi pun menjawabnya dan berkata, “Dia mendapat tiga puluh pahala.” (Shohih. Riwayat Abu dawud, Tirmidzi dan Ahmad)
Tentu saja, memberi salam diiringi dengan senyuman. Karena salam dengan senyuman dapat menebarkan rasa kasih sayang di antara kita kaum muslimin.

Dari Abu Huroiroh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman. Dan tidaklah kalian beriman hingga saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang jika kalian kerjakan niscaya kalian akan saling mencintai? Tebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim).
“Apabila kamu diberi penghormatan dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu” (QS An-Nisa ayat 86)
Sementara itu, jika kita diberikan salam, hendaknya kita juga membalas karena hukum membalas salam itu wajib. Masa kita didoakan supaya selamat tapi kita tidak balas mendoakan. Jadi ayo kita mulai budayakan salam dan saling mendoakan 🙂

Sumber:

http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/tebarkan-salam.html

http://www.tafsir.web.id/2013/01/tafsir-nisa-ayat-80-84.html

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/12/07/15/m773e3-inilah-keutamaan-menyebarkan-salam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s