Sejarah “Blue Mosque”

Blue Mosque adalah salah satu tempat wisata yang sering dikunjungi di Turki. Masjid ini terletak di kota Istanbul dan dibangun atas perintah Sultan Ahmed I dari Dinasti Ottoman pada 1609-1616. Oleh karena itu, masjid ini bernama Masjid Sultan Ahmed. Arsitek yang bernama Mehmed Aga. Sultan Ahmed membangun masjid ini untuk menandingi Hagia Sophia yang dulunya merupakan gereja saat zaman Byzantium. memiliki 6 menara, diameter kubah 23,5 meter dengan tinggi kubah 43 meter, dan kolom beton berdiameter 5 meter. Masjid ini adalah satu dari dua buah masjid di Turki yang mempunyai enam menara, yang satu lagi berada di Adana.

Baca lebih lanjut

Sakura yang Berguguran : Misi Sekali Jalan Kamikaze

Kamikaze adalah sebutan bagi tentara Jepang yang merelakan hidupnya untuk melakukan serangan bunuh diri ke Amerika. Tugas mereka adalah menabrakkan pesawat mereka ke armada-armada perang sekutu. Mungkin kita berpikir hanya sedikit orang yang merelakan diri, akan tetapi ternyata serangan unit khusus ini tidak pernah kekurangan orang. Banyak yang mendaftar karena mereka menganggap ini adalah pengorbanan bagi tanah air, Sang Kaisar, dan dewa. Para tentara kamikaze yang mati dianggap sebagai orang suci dan seperti bunga sakura yang berguguran. Arwah mereka juga dianggap akan menemati altar Kuil Yasukuni di Tokyo. Tentara-tentara ini juga mendapat doktrin untuk membakar semangat mereka saat di camp. Mendekati keberangkatan mereka untuk misi sekali jalan ini, diadakan pesta, selain itu biasanya sanak keluarga dibolehkan untuk menjenguk para tentara kamikaze. Banyak juga tentara kamikaze yang mengirimkan surat untuk keluarganya. Inilah beberapa surat yang ditulis oleh tentara kamikaze Baca lebih lanjut

Kebijakan pada Masa Kolonial

Herman Willem Daendels adalah gubernur jenderal di Indonesia yang ditunjuk oleh Raja Louis Napoleon Bonaparte, yang saat itu sedang menguasai Belanda. Kekuasaan Daendels bertujuan untuk mempertahankan Indonesia dari Inggris yang sedang berperang dari Perancis. Selama berkuasa (1808-1811) Daendels membuat beberapa kebijakan. Yang paling terkenal adalah kerja paksa yang diberlakukan untuk rakyat pribumi untuk membangun jalan raya dari Anyer sampai Panarukan yang diberi nama Jalan Raya Pos. Selain itu, Daendels juga membangun tangsi-tangsi iliter, rumah sakit, sekolah militer, membangun pabrik meriam dan senjata. Daendels membangun benteng di Meester Cornelis, Batavia dan Benteng Lodewijk di Surabaya. Semua ini dilakukan untuk menjalankan tugasnya melindungi Indonesia agar tidak direbut Inggris. Jalan Raya Pos sendiri dibangun untuk mempercepat gerak tentara. Rakyat pribumi yang gagal akan dibunuh. Karena itulah, Daendels terkenal bertangan besi. Baca lebih lanjut