Batik Indonesia

Salah satu ciri khas Indonesia adalah batik. Batik Indonesia mempunyai berbagai motif, tergantung asal daerah batik itu. Seni pewarnaan dengan malam, seperti cara pembuatan batik memang salah satu bentuk seni kuno. Hal ini ditemukan di kain pembungkus mumi yang juga dilapisi malam. Baca lebih lanjut

Iklan

Mari Berjilbab :)

Sudah merupakan kewajiban bagi umat muslim untuk menutup aurat. Perempuan-perempuan muslim diwajibkan untuk memakai jilbab untuk menutup aurat mereka. Akan tetapi, masih banyak wanita muslim yang belum memakai jilbab.Banyak yang beralasan belum siap, ada juga yang mengeluh bahwa memakai jilbab itu panas, Sebenarnya, selain kita bisa menunjukkan jati diri kita sebagai wanita muslim dan manfaat-manfaat lain yang sudah sering kita dengar, masih banyak manfaat dari memakai jilbab, di antara lain melindungi kita dari sengatan matahari dan mencegah terkena kanker kulit. Baca lebih lanjut

Ulang Tahun Ke-18 MAN Insan Cendikia

MAN Insan Cendikia adalah sekolah berasrama setingkat SMA yang didirikan oleh Presiden Ke-3 Republik Indonesia, Bapak B.J Habibie bersama BPPT dengan tujuan menghasilkan SDM yang berkualitas dan menguasai IPTEK maupun IMTAK. Sekolah ini didirikan pada 21 September 1996 dengan nama Magnet School, kemudian sempat berganti nama menjadi SMU Insan Cendikia, sebelum akhirnya pengelolaannya dipindahkan kepada Departemen Agama RI dan berganti nama kembali menjadi MAN Insan Cendikia atau lebih dikenal dengan sebutan IC. Baca lebih lanjut

SAKSI BISU SEJARAH : KAMP KONSENTRASI AUSCHWITZ

Sejarah mencatat salah satu pembunuhan besar-besaran adalah pembasmian kaum Yahudi oleh Nazi. Auschwitz menjadi saksi bisu kejadian tersebut. Auschwitz berada di Polandia, tepatnya 286 km  dari Ibukota Polandia, Warsawa.

Pada zaman Hitler berjaya, dimana terjadi pembunuhan orang-orang Yahudi, Hitler membangun kamp konsentrasi pertama di bekas barak tentara Polandia. Kamp konsentrasi terdiri dari 3 kamp utama. Kamp konsentrasi I yang pertama kali dibangun adalah pusat administratif. Kamp ini menampung belasan ribu tahanan bahkan pernah mencapai 20.000 orang tahanan yang terdiri dari para penjahat, homoseksual, dan lain-lain. Di kamp ini, orang Yahudi diperlakukan sangat buruk. Mereka menderita gizi buruk, kerja paksa, bahkan di depan pintu masuk kamp ini tertulis “Kerja Membuatmu Bebas”.

Setelah itu, dibangunlah kamp konsentrasi kedua, Kamp Konsentrasi II – Birkenau, untuk mengurangi kepadatan di kamp utama. Kamp ini digunakan sebagai kamp pembasmian. Orang-orang Yahudi dibasmi di dalam ruangan berisi gas beracun. Mereka disuruh berdesak-desakan di dalam sebuah ruangan kedap udara yang kemudian dimasukkan  gas beracun ke dalamnya. Total ruang gas yang ada di kamp konsentrasi II – Birkenau ada 4, dan ada juga 4 buah krematorium untuk pembakaran mayat. Sudah banyak korban yang dibunuh di kamp konsentrasi ini.

Kamp konsentrasi ketiga tempat dimana para tahanan bekerja paksa. Beberapa kali, para tahanan alias pekerja yang sakit diseleksi untuk masuk ke kamp konsentrasi II – Birkenau. Sekarang, kamp tersebut sudah dijadikan monumen dan menjadi situs World Heritage yang telah ditetapkan oleh UNESCO