Sakura yang Berguguran : Misi Sekali Jalan Kamikaze

Kamikaze adalah sebutan bagi tentara Jepang yang merelakan hidupnya untuk melakukan serangan bunuh diri ke Amerika. Tugas mereka adalah menabrakkan pesawat mereka ke armada-armada perang sekutu. Mungkin kita berpikir hanya sedikit orang yang merelakan diri, akan tetapi ternyata serangan unit khusus ini tidak pernah kekurangan orang. Banyak yang mendaftar karena mereka menganggap ini adalah pengorbanan bagi tanah air, Sang Kaisar, dan dewa. Para tentara kamikaze yang mati dianggap sebagai orang suci dan seperti bunga sakura yang berguguran. Arwah mereka juga dianggap akan menemati altar Kuil Yasukuni di Tokyo. Tentara-tentara ini juga mendapat doktrin untuk membakar semangat mereka saat di camp. Mendekati keberangkatan mereka untuk misi sekali jalan ini, diadakan pesta, selain itu biasanya sanak keluarga dibolehkan untuk menjenguk para tentara kamikaze. Banyak juga tentara kamikaze yang mengirimkan surat untuk keluarganya. Inilah beberapa surat yang ditulis oleh tentara kamikaze Baca lebih lanjut

Iklan

Kebijakan pada Masa Kolonial

Herman Willem Daendels adalah gubernur jenderal di Indonesia yang ditunjuk oleh Raja Louis Napoleon Bonaparte, yang saat itu sedang menguasai Belanda. Kekuasaan Daendels bertujuan untuk mempertahankan Indonesia dari Inggris yang sedang berperang dari Perancis. Selama berkuasa (1808-1811) Daendels membuat beberapa kebijakan. Yang paling terkenal adalah kerja paksa yang diberlakukan untuk rakyat pribumi untuk membangun jalan raya dari Anyer sampai Panarukan yang diberi nama Jalan Raya Pos. Selain itu, Daendels juga membangun tangsi-tangsi iliter, rumah sakit, sekolah militer, membangun pabrik meriam dan senjata. Daendels membangun benteng di Meester Cornelis, Batavia dan Benteng Lodewijk di Surabaya. Semua ini dilakukan untuk menjalankan tugasnya melindungi Indonesia agar tidak direbut Inggris. Jalan Raya Pos sendiri dibangun untuk mempercepat gerak tentara. Rakyat pribumi yang gagal akan dibunuh. Karena itulah, Daendels terkenal bertangan besi. Baca lebih lanjut

Ulang Tahun Ke 18 MAN Insan Cendikia

MAN Insan Cendikia adalah sekolah berasrama setingkat SMA yang didirikan oleh Presiden Ke-3 Republik Indonesia, Bapak B.J Habibie bersama BPPT dengan tujuan menghasilkan SDM yang berkualitas dan menguasai IPTEK maupun IMTAK. Sekolah ini didirikan pada 21 September 1996 dengan nama Magnet School, kemudian sempat berganti nama menjadi SMU Insan Cendikia, sebelum akhirnya pengelolaannya dipindahkan kepada Departemen Agama RI dan berganti nama kembali menjadi MAN Insan Cendikia atau lebih dikenal dengan sebutan IC.

Pada hari Senin tanggal 22 September lalu, IC genap berusia 18 tahun. Akan tetapi, perayaan ulang tahun tersebut dilakukan pada hari Sabtu, 11 Oktober lalu berbarengan dengan acara Open house dan pembagian rapor UTS. SIswa-siswi IC begitu bersemangat menyambut acara ini. Seluruh kelas 10 dan kelas 11 mendekorasi kelasnya masing-masing dengan tema peradaban-peradaban dunia yang telah ditentukan. Ada yang mendekorasi kelasnya dengan ala Indonesia, Persia, Maroko, sampai ada dekorasi dengan tema masa Renaisans. Sementara itu kelas 12 menghias jalan dan mendekor lingkungan IC dengan meriah pula. Selain itu, terdapat lomba membuat poster yang diikuti oleh seluruh kelas.

Acara dimulai dengan acara sarasehan. Narasumber yang datang adalah tokoh-tokoh dari BPPT yang berperan dalam pendirian IC. Acara dilanjutkan dengan kunjungan orang tua murid ke sekolah dan asrama siswa. Dari tempat acara yang sebelumnya berpusat di masjid, digelar karpet merah sampai ke gedung sekolah untuk para orang tua murid dan guru-guru serta narasumber. Di sepanjang jalan, terdapat poster-poster hasil karya siswa yang dipajang. Nyanyian dari choir Insan Cendikia juga mengalun menyambut kedatangan mereka. Siswa-siswi juga berjejer di sepanjang karpet merah. Di sebelah gedung sekolah, berderet stan bazaar makanan oleh siswa-siswi IC. Suasana makin meriah ditambah dengan penampilan musik dari siswa kelas 12. Saat orang tua selesai meliaht gedung sekolah, siswa-siswi menghampiri orang tua masing-masing dan memberi mereka hadiah sebelum siswa-siswi beserta orang tua menuju asrama. Acara hari itu ditutup dengan pembagian rapor tengah semester siswa-siswi IC.

Sekali lagi, Selamat Ulang Tahun IC! Semoga di umur ke 18 ini IC semakin jaya

ic

Ulang Tahun Ke-18 MAN Insan Cendikia

MAN Insan Cendikia adalah sekolah berasrama setingkat SMA yang didirikan oleh Presiden Ke-3 Republik Indonesia, Bapak B.J Habibie bersama BPPT dengan tujuan menghasilkan SDM yang berkualitas dan menguasai IPTEK maupun IMTAK. Sekolah ini didirikan pada 21 September 1996 dengan nama Magnet School, kemudian sempat berganti nama menjadi SMU Insan Cendikia, sebelum akhirnya pengelolaannya dipindahkan kepada Departemen Agama RI dan berganti nama kembali menjadi MAN Insan Cendikia atau lebih dikenal dengan sebutan IC. Baca lebih lanjut

SAKSI BISU SEJARAH : KAMP KONSENTRASI AUSCHWITZ

Sejarah mencatat salah satu pembunuhan besar-besaran adalah pembasmian kaum Yahudi oleh Nazi. Auschwitz menjadi saksi bisu kejadian tersebut. Auschwitz berada di Polandia, tepatnya 286 km  dari Ibukota Polandia, Warsawa.

Pada zaman Hitler berjaya, dimana terjadi pembunuhan orang-orang Yahudi, Hitler membangun kamp konsentrasi pertama di bekas barak tentara Polandia. Kamp konsentrasi terdiri dari 3 kamp utama. Kamp konsentrasi I yang pertama kali dibangun adalah pusat administratif. Kamp ini menampung belasan ribu tahanan bahkan pernah mencapai 20.000 orang tahanan yang terdiri dari para penjahat, homoseksual, dan lain-lain. Di kamp ini, orang Yahudi diperlakukan sangat buruk. Mereka menderita gizi buruk, kerja paksa, bahkan di depan pintu masuk kamp ini tertulis “Kerja Membuatmu Bebas”.

Setelah itu, dibangunlah kamp konsentrasi kedua, Kamp Konsentrasi II – Birkenau, untuk mengurangi kepadatan di kamp utama. Kamp ini digunakan sebagai kamp pembasmian. Orang-orang Yahudi dibasmi di dalam ruangan berisi gas beracun. Mereka disuruh berdesak-desakan di dalam sebuah ruangan kedap udara yang kemudian dimasukkan  gas beracun ke dalamnya. Total ruang gas yang ada di kamp konsentrasi II – Birkenau ada 4, dan ada juga 4 buah krematorium untuk pembakaran mayat. Sudah banyak korban yang dibunuh di kamp konsentrasi ini.

Kamp konsentrasi ketiga tempat dimana para tahanan bekerja paksa. Beberapa kali, para tahanan alias pekerja yang sakit diseleksi untuk masuk ke kamp konsentrasi II – Birkenau. Sekarang, kamp tersebut sudah dijadikan monumen dan menjadi situs World Heritage yang telah ditetapkan oleh UNESCO

Keindahan Indonesia : Raja Ampat

Indonesia terkenal karena sumber dayanya yang melimpah, terutama kekayaan alam yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Mulai dari gas bumi, timah, emas, mutiara, sampai berbagai jenis tanaman-tanaman yangdapat tumbuh di tanah kita ini.  Pemandangan alamnya juga indah dan rupawan, tidak kalah dengan luar negeri. Banyak tempat wisata di Indonesia yang menawarkan   pemandangan-pemandangan indah itu. Contohnya Raja Ampat. Baca lebih lanjut

HAL MENGAGUMKAN DARI PALESTINA

Siapa yang tidak tahu Palestina? Negara yang memiliki konflik dengan Israel yang tak kunjung selsai. Hidup mereka selalu diteror dengan bom yang silih berganti datang. Hal ini sedang ramai dibicarakan dan menjadi perhatian dunia, termasuk Dewan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). MAsalah ini bukan lagi hanya masalah orang-orang muslim, tapi merupakan masalah Hak Asasi Manusia, karena konflik ini banyak memakan korban jiwa yang merupakan rakyat sipil. Bahkan, negara-negara lain dan masyarakat yang beragama selain muslim, berbondong-bondong mengirimkan dukungan mereka terhadap rakyat Palestina. Baca lebih lanjut